PEMBELAJARAN TERPADU


PEMBELAJARAN TERPADU

Sebagai suatu model proses belajar-mengajar, Pembelajaran terpadu bercirikan pada pemusatan kegiatan ditujukan kepada anak (child centered)

a.       Berpusat pada anak (child centered), karena isi dan proses PT telah disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak (Developmentally).

b.      Memberikan pengalaman langsung kepada anak, yang memiliki maksud dalam pembelajarannya lebih menekankan pada pembentukan pemahaman dan kebermaknaan hal yang dipelajari oleh siswa.

c.       Lebih memperhatikan kegiatan proses daripada hasil semata, sehingga siswa betul-betul memahami dan mengerti akan konsep-konsep yang di dapat melalui orientasi pembelajaran yang diarahkan kepada pencapaian efek pengiring dan efek instruksional.

d.      Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam satu pembelajaran, yang kesemuanya ini dirangkum sebelumnya untuk mendapatkan keterkitannya.

e.       Muatan pendekatan pembelajaran yang sarat dengan kterkaitan intern maupun antar mata pelajaran.

f.       Hasil pembelajaran dapat berkembang seseuai dengan minat dan kebutuhan anak.

 

3. Manfaat Pembelajaran Terpadu

Apabila PT diterapkan secara terencana, para siswa akan memperoleh manfaat yang betul-betul berguna bagi pembelajaran selanjutnya. Menurut Welfinger (1994) ada 5 manfaat utama yaitu :

a.       Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilannya yang dikembangkan dalam mata pelajaran secara maksimal dan lebih bermakna.

b.      Ada sejumlah materi antarmata pelajaran yang tumpang tindih. Oleh karena itu PT bermanfaat untuk mempelajari ketumpangtindihan itu secara utuh dan bermakna.

c.       Melalui PT, kemampuan memecahkan masalah dan kebiasaan berfikir kreatif siswa dapat dikembangkan dengan menggunakan keterampilan-keterampilan dalam situasi nyata.

d.      Daya ingat anak tentang materi yang dipelajari dapat ditingkatkan karena siswa dihadapkan pada konsep yang sama dalam situasi yang bervariasi dan melalui berbagai cara

e.       Transfer belajar terjadi lebih terbuka. Hal ini terjadi karena situasi belajar siswa dekat dengan situasi kehidupan nyata

 

4. Landasan Pembelajaran Terpadu

Ada beberapa teori yang melandasi terbentuknya PT diantaranya sebagai berikut ini :

1.      Filsafat Progresifvisme yang menegaskan bahwa :

a.       Pendekatan yang tepat digunakan adalah pendekatan yang berpusat pada Siswa (Child Centered)

b.      Memberikan penekanan pada aktivitas, kreativitas dalam belajar secara alamiah dan pengalaman langsung

2.      Teori Konstruktivisme

a.       Setiap orang harus aktif menyusun pengetahuannya sendiri

b.      Pengalaman adalah kunci dari belajar yang bermakna

3.      Teori Perkembangan Kognitif

a.       Perubahan tingkah laku yang terjadi dalam proses perkembangan adalah hasil dari perubahan dalam kemampuan berpikir seorang dalam hubungannya dengan dunia sekitarnya.

b.      Ada faktor penentu perkembangan berfukir yaitu faktor organisasi dan faktor adaptasi

4.      Teori Psikologi Gestalt

a.       Keseluruhan lebih bermakna  dari bagian-bagian

b.      Persepsi anak sangat penting diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran

5.      Teori Pembelajaran

a.       Menginteraksikan dua/lebih bidang studi dan memusatkan pembelajaran dalam satu tema berarti menempatkan pengembangan keterampilan sama penditngnya dengan penguasaan isi.

b.      Penggunaan PT sebagai model pembelajaran yang berguna untuk membuat siswa lebih mudah melihat pola hubungan antar konsep, melibatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan, mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan bekerjasama. Membantu siswa menghilangkan rasa cemas dalam belajar.

 

5. Kendala-kendala Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu

Dalam pelaksanaannya pembelajaran terpadu memiliki beberapa kendala untuk berhasil dilaksanakan. Kendala yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Kurikulum dan GBPP yang sangat rapi ditata serta dipilah berdasarkan cakupan-cakupan batas bidang studi.
  2. Penjadwalan pembelajaran yang terpisah-pisah secara kaku, maksudnya jadwal pelajaran yang tidak saling terhubung dengan materi pelajaran yang telah dipelajari seberlumnya.
  3. Guru yang kurang berpengalaman menyelenggarakan PT menjadikan kurang optimalnya hasil yang dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran, bahkan membuat pembelajaran terpadu menjadi gagal untuk dilaksanakan
  4. Keterbatasan atau kurangnya fasilitas dan sumber belajar yang bervariasi yang menunjang pelaksanaan pembelajaran. Hal ini penting karena pembelajaran terpadu menuntut anak untuk dapat mengolah potensi diri secara langsung melalui pasilitas sumber belajar untuk mendapatkan informasi.
  5. Penilaian lebih berorientasi hasil yang diukur dengan tes
  6. Formalisasi sistem persekolahan modern yang didasarkan atas pembagian sistem kerja (spesialisasi) yang ada dalam masyarakat.

 

6. Model dan Tahapan Pembelajaran terpadu

Ada tiga model PT yang diharapkan dapat dilaksanakan di sekolah dasar yaitu: model keterhubungan (connected), dan keterpaduan (integreted), Jaring Laba-laba (webbed). Dan setiap model ini akan melalui tahap dalam proses pembelajarannya. Tahapan tersebut adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap kulminasi. Jika dapat dipaparkan sebagai berikut :

Model PT Perencanaa Pelaksanaan Kulminasi
Keterhubungan

(connected)

-    Peta konsep satu mata pelajaran

-    Menetapkan konsep-konsep yang berhubungan

-    Rancangan aktivitas

-    Pelaksanaan tugas

-    Analisis hasil pelaksanaan tugas

-    Penyusunan laporan

-    Penyajian laporan

-    Evaluasi

Ketepaduan

(Integreted)

-    Peta konsep berbagai mata pelajaran

-    Konsep-konsep berhubungan

-    Rancangan aktivitas

-    Pelaksanaan tugas

-    Analisis hasil pelaksanaan tugas

-    Penyusunan Laporan

-    Penyajian laporan

-    Evaluasi

Jaring Laba-laba

(webbed)

-    Penjajangan tema

-    Penetapa tema

-    Pengembangan subtema

-    Penetapan kegiatan /kontrak belajar

-    Pengumpulan informasi

-    Pengolahan informasi

-    Penyusunan laporan

-    Penyajian informasi

-    Evaluasi

 

7. Cara Melaksanakan Pembelajaran Terpadu

Dalam pelaksanaanya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara guru melaksanakan PT. Hal ini mengakibatkan adanya beraneka ragam bentuk pelaksanaanya. Ragam ini ditentukan oleh : sifat materi yang dipadukan, cara memadukan materi, perncanaan pemaduan, waktu pelaksanaan, dan unsur pemicu pemaduan.

a.       Sifat Materi

Jika ditinjau dari sifat materi yang dipadukan ada dua macam bentuk implementasi PT, yakni PT intra mata pelajaran dan PT antar mata pelajaran.

b.      Cara Memadukan Materi

Dalam pelaksanaannya PT terkadang masih memperlihatkan secara tegas batas-batas antar mata pelajaran, kadang-kadang batas antar mata pelajaran sangat samar, hampir seperti tidak ada sekat yang membatasinya. Dalam prakteknya, jika suatu tema telah ditetapkan, maka guru bersama siswa mengkaji tema tersebut dari sudut pandang masing-masing mata pelajaran. Berdasarkan tema tersebut, guru bersama siswa menentukan unsur-unsur mata pelajaran yang bisa dipelajari tanpa harus ada tumpang tindih dengan mata pelajaran lain. Jika suatu tema telah ditetapkan, siswa diajak mempelajari aspek lainnya dari tema yang telah ditetapkan

c.       Perencanaan Pemaduan

Proses perencanaan PT ada yang dibuat dengan perencanaan yang matang dan ada juga yang terjadi secara spontan. Guru dapat merancang sejak awal PT, dengan memilih konsep-konsep yang akan dikondisikan dalam aktivitas untuk mencapai keterpaduan. Guru dapat memilih tema-tema yang akan dijadikan jembatan untuk memadukan satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran baik itu mata pelajaran yang sama maupun mata pelajaran yang berbeda, tetapi mata pelajaran itu haruslah memiliki hubugan untuk dapat dipadukan. Karena itu pembuatan peta konsep perlu diadakan oleh guru untuk menemukan konsep-konsep yang terkait atau tumpang tindih.

Namun ada kalanya guru tidak merencanakan secara matang keterpaduan antara satu konsep dengan konsep yang lain, satu pokok bahasan dengan pokok bahasan lainnya. Dalam proses belajar-mengajar guru dapat mengaitkan materi lain dengan materi yang sedang diajarkannya, sehingga memungkinkan guru untuk melaksanakan pembelajaran terpadu spontan.

d.      Waktu Pelaksanaannya

PT dapat dilaksanakan dalam waktu tertentu yakni apabila materi yang diajarkan cocok untuk dilaksanakan secara penuh dalam satu hari. Ada pula yang melaksanakannya secara periodik. PT yang dilaksanakan pada waktu tertentu dikatakan PT yang bersifat temporer, disini pelaksanan PT tidak mengikuti jadwal yang teratur. PT ini dilaksanakan tanpa kepastian waktu. Pembelajaran yang demikian sangat bersifat situasional. PT dapat dirancang secara periodi, misalkan setiap akhir pekan, setiap akhir semester, dan lain sebagainya.

e.       Pemicu Keterpaduan

Munculnya ide untuk melaksanakan PT dimulai dari kegiatan guru menganalisis kurikulum untuk menentukan konsep-konsep yang saling tumpang tindih. Kemudian dilanjutkan dengan membuat peta konsep, menentukan tema. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis ini guru menyusun program PT di kelasnya. Guru dapat pula melaksanakan PT dengan cara menetapkan tema terlebih dahulu. Berdasarkan tema tersebut ditentukan kegiatan belajar-mengajar yang memadukan mata pelajaran yang terkait.

 

8. Model Rencana Pembelajaran Terpadu

Jika dipaparkan dalam rencana pembelajaran akan seperti berikut ini :

1.      PT model keterpaduan (Connected) dan PT model keterpaduan Intra mata pelajaran (Integrated) :

a.   Tahap Perencanaan

2.      Pt model jaring laba-laba (Webbed)

1.      Model Keterhubungan (Connected) adalah model pembelajaran yang memadukan satu mata pelajaran dengan menghubungkan berbagai konsep-konsep yang mempunyai kesamaan. Dalam perencanaannya yang pertama dilakukan adalah membuat pemetaan konsep satu mata pelajaran berdasarkan kurikulum yang dipakai, hal ini betujuan memudahkan menemukan jalinan konsep yang saling berhubungan. Setelah pemetaan konsep selesai barulah guru menetapkan konsep-konsep yang berhubungan dan guru membuat rancangan aktivitas belajar berdasarkan konsep-konsep yang telah ditetapkan. Rancangan aktivitas inilah yang nantinya akan disiapkan untuk dilaksanakan oleh siswa dalam pembelajaran

2.      Model Keterpaduan (Integreted)

3.      Model Jaring Laba-laba (Webbed) adalah model pembelajaran yang memadukan lebih dari satu mata pelajaran tentunya setiap mata pelajaran itu tidak semuannya dapat di padukan hanya mata pelajaran yang memiliki konsep yang berhubungan yang dapat dipadukan

Simulator Terbaik menurut persi sendiri

Menurut saya simulator yang terbaik adalah Citrariani karena dalam pelaksanaan pembelajaran citra terlihat tidak kaku, dia telah menempel alat bantu yang dipergunakan untuk membantu dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran ia memulai dengan menyebutkan tujuan pembelajaran yang akan di dapat siswa selama kegiatan pembelajaran. Kemudian ia mencoba memunculkan tema sentral atau tema pokok melalui pertanyaan dan arahan dari media-media yang telah di tempel di depan kelas. Kemudian dari tema sentral itu ia mengajak siswanya untuk bercurah pendapat dengan membimbing siswa untuk menentukan sub-sub tema yang telah disiapkan untuk di pelajari sesuai dengan perencanaan awal. Setelah tema sentral dan sub tema yang akan dipelajari ditemukan ia mengajak siswa untuk mengerjakan tugas dalam LKS yang telah disiapkan tentunya dengan tema pokok perdagangan dan membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Setelah selesai mengerjakan lembaran tugas siswa diajak melakukan tanya jawab untuk mengetahui hasil dari jawaban siswa. Pada akhir kegiatan citra mengajak siswa menyimpulkan hasil kegiatan selama itu, dan memberikan tugas kepada siswa untuk mencari informasi yang berkaitan dengan perdagangan.

Kelemahan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan

Dalam melaksanakan pembelajaran citra kurang melakukan kegiatan bertanya untuk mengarahkan siswa untuk mencoba memunculkan sub tema dari pembelajaran, dalam kegiatannya ia tidak melakukan kontrak kerja padahal kontrak kerja penting untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang apa-apa saja yang harus dilakukan oleh siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

Kelebihannya

Dalam pelaksanaan pembelajaran ia tidak terlihat gugup sehingga ia mampu mengkondisikan siswanya dengan baik dan mampu mengarahkan siswanya untuk memberikan pendapat-pendapatnya. Dari segi kesiapan media ia sudah menyiapkan berbagai media seperti : contoh grafik, tabel, gambar perdagangan di pasar, gambar kegiatan ekspor dan impor barang, wacana perdagangan untuk

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: