PENGERTIAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT


PENGERTIAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT

Secara etimologi, kata teknologi berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu kata techne dan logos. Techne artinya seni (art) atau keterampilan, logos artinya kata-kata yang terorganisasi atau wacana ilmiah yang mempunyai makna (poedjiadi, 1987: 19). Fischer (1975) dalam Alit (1994) memberikan definisi bahwa teknologi merupakan keseluruhan upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengadakan benda untuk memperolehkenyamanan dan keamanan bagi diri manusia itu sendiri.

Poedjiadi (1987: 18) menyatakan perkembangan teknologi dimulai dari usaha coba-coba atau trial and error, kemudian mulai abad ke- 18 perkembangan teknologi memerlukan dukungan teori dan penemuan sains untuk melandasi pengetahuan praktisnya.

Menurut pernyataan Amien (1992: 20) tujuan pendidikan sains abad 21 antara lain: harus tanggap terhadap kondisi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa sekarang dan masa yang akan datang dan masalah-masalah sosial yang timbul dari isu-isu sosial. Sedangkan menurut Hidayat (1992: 15) untuk pendidikan sains 2000 hendaknya ditujukan pada pengembangan-pengembangan individu yang melek sains, mengerti bahwa sains teknologi dan masyarakat saling mempengaruhi dan saling bergantung, mampu mempergunakan pengetahuannya dalam membuat keputusan-keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa istilah telah dikemukakan oleh para pendidik atau praktisi pendidikan yakni Science-Technology-Society (S-T-S) yang diterjemahkan dengan Sains-Teknologi-Masyarakat (S-T-M atau SATEMAS), Science-Environment-Technology (SET) dan Sceince-Environment-Technology-Society (SETS) yang intinya sebenarnya sama.

Istilah S-T-S untuk pertama kali diciptakan oleh John Ziman dalam bukunya ”Teaching and Learning About Science and Society” (1980 dalam Hidayat 1996). Ziman dalam bukunya mencoba mengungkapkan bahwa konsep-konsep dan proses-proses sains seharusnya sesuai dengan kehidupan siswa sehari-hari.

Yang menjadi dasar apa yang dilakukan oleh program S-T-S adalah menghasilkan warga Negara yang memiliki pengetahuan yang cukup sehingga mampu membuat keputusan-keputusan yang krusial tentang masalah-masalah dan isu-isu yang muktahir dan mengambil tindakan sesuai dengan keputusan yang dibuatnya tersebut.

Program-program STS pada umumnya memiliki karakteristik atau ciri sebagai berikut ( Yager, 1996 dalam hidayat 1996 )

  1. Identifikasi masalah-masalah setempat yang memiliki kepentingan dan dampak.
  2. penggunaan sumberdaya setempat ( manusia, benda, lingkungan ) untuk mencari informasi yang dapat digunakan dalam memecahka masalah.
  3. keikutsertaan yang aktif dari siswa dalam mencari informasi yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  4. perpanjangan belajar diluar kelas dan sekolah.
  5. Fokus kepada dampak sains dan teknologi terhadap siswa.
  6. suatu pandangan bahwa isi daripada sains bukan hanya konsep-konsep saja yang harus dikuasai siswa dalam tes.
  7. penekanan pada keterampilan proses dimana siswa dapat menggunakan dalam memecahkan masalah.
  8. penekanan pada kesadaran karir yang berkaitan dengan sains dan teknologi.
  9. kesempatan bagi siswa untuk berperan sebagai warga negara dimana ia mencoba untuk memecahkan isu-isu yang telah diidentifikasikan.
  10. identifikasi bagaimana sains dan teknologi berdampak dimasa depan.
  11. kebebasan atau otonomi dalam proses belajar.

Dalam kaitannya dengan ilmu social, Aikenhead (1991: 10 dalam Alit 1994) memberikan  batasan society is the social milieu. Society merupakan lingkungan pergaulan social serta kaidah-kaidah yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. Ryan (1992: 59 dalam Alit 1994) menguraikan pengaruh sains dan teknologi terhadap masyarakat (society), yaitu dalam tanggung jawab social, kontribusi terhadap keputusan social. Membentuk masalah social, menyelesaikan masalah praktis dan social, serta kontribusi terhadap ekonomi, militer, dan berpikir social.

Ziman (dalam The British Council, 1993: 9 dalam Alit 1994) menggolongkan masyarakat (society) menjadi empat kelompok yaitu:

  1. masyarakat awam, meliputi masyarakat yang tidak berpendidikan, bukan pakar, dan tidak terlibat dalam sains dan teknologi.
  2. masyarakat ilmuwan, meliputi peneliti, mereka yang berpendidikan khusus, dan guru sains ilmu.
  3. masyarakat mediator dan metasains, meliputi penulis, sarjana STS, dan pendidik.
  4. masyarakat atentif, meliputi orang yang berkepentingan besar akan sains dan teknologi, kejujuran, yang pernah dilatih, dan guru pendidikan dasar.

 

SEJARAH SAINS-TEKNOLOGI-MASYARAKAT

Disamping perkembangan S-T-S yang terdapat diberbagai Negara, UNESCO dalam tahun 1993 telah mengadakan intenational forum on scientitif and technological literacy for all di paris yang dihadiri oleh perwakilan 84 negara termasuk Indonesia. Tujuan forum ini antara lain ingin meningkatkan taraf pendidikan masyarakat anggota UNESCO hingga tingkat SLTP. Dalam forum tersebut timbul pandangan bahwa pendekatan S-T-S dalam pendidikan atau program-program S-T-S perlu diperkenalkan di berbagai Negara.

Pada mulanya pendekatan S-T-S diperuntukan bagi mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), tetapi pada perkembangan selanjutnya dikembangkan untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan social (IPS). Dan berdasarkan pengalaman dan pengamatan bahwa pendekatan S-T-S ini justru lebih menarik dan bervariasi/beragam diterapkan dalam pendidikan IPS, karena banyaknya isu atau masalah-masalah di masyarakat yang sangat dekat dengan pendidikan IPS itu sendiri. Untuk mengatasi isu atau masalah yang timbuk di masyarakat tersebut siswa dapat mengaplikasikan konsep dari pendidikan IPS yang telah dipelajari dan sangat dimungkinkan dalam prosesnya terdapat keterkaitan dengan aplikasi konsep dari pendidikan IPA.

 

SAINS-TEKNOLOGI-MASYARAKAT DALAM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Ilmu pengetahuan sosial (IPS) adalah salah satu bidang studi yang rumit karena luasnya ruang lingkup dan merupakan gabungan dari sejumlah disiplin ilmu seperti ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, antropologi dan apa yang disebut dengan ”sipil” perlu ditekankan.

IPS sebagai disiplin operasional yang efektif dan memperhatikan studi tentang manusia di masyarakat, dalam situasi global saat ini dapat memainkan peranan yang sangat penting. Namun demikian berdasarkan data kebenarannya, dalam mengajarkan ilmu-ilmu pendidikan sosial didominasi oleh proses belajar mengajar dengan menggunakan buku teks.

Oleh karena itu diperlukan suatu proses belajar dan instruksi yang diorganisasikan dalam pengembangan keahlian dan informasi S-T-S sebagai suatu cara untuk melatih dan membelajarkan agar konsep yang diterima dapat diterapkan untuk dimanfaatkan peserta didik mengatasi masalah yang dihadapinya dalam kehidupan masyarakat, yang dimungkinkan dalam proses belajarnya menggunakan teknologi beserta dampak positif dan negatifnya.

Penekanan pada tanggung jawab peserta didik sebagai warga masyarakat menuntut kita untuk memfokuskan pelajaran di semua tingkat dengan menggunakan:

  1. pendekatan S-T-S
  2. kesediaan untuk mengambil tindakan melalui instrumen-instrumen demokratis untuk mengontrol kekuatan teknologi baik kepada manusia maupun kepada alam, yang meruoakan unsur-unsur penting dalam keberadaan manusia.

Perkembangan sains dan teknologi sering kali berdampak pada terjadinya masalah kemasyarakatan. Hal ini di sebabkan kemajuan sain dan teknologi seringkali tidak diiringi oleh kesiapan dari masyarakat pendukungnya termasuk peserta didik.

IPS merupakan suatu sintetik disiplin antara berbagai ilmu-ilmu sosial. Selain harus mampu mensintesiskan konsep-konsep yang relepan antara ilmu-ilmu sosial tersebut, juga perlu dimasukkan unsur-unsur pendidikan dan pembangunan serta masalah-masalah sosial dalam hidup bermasyarakat ( Sumantri, 2001 :198 ).

Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan diatas, IPS dapat mengkonter berbagai permasalahan sosial yang ditimbulkan oleh perkembangan Sains dan teknologi. IPS dapat dijadikan sebagai media dalam memberikan pemahaman tentang sains dan teknologi dalam kehidupan manusia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa konsep-konsep pendidikan IPS telah dimasukan dalam pengkajian pendekatan STS. Dapat dikatakan pula bahwa antara pendidikan IPA dan IPS itu mempunyai keterkaitan yang sangat erat dan saling melengkapi satu sama lainnya. Pendekatan STS dalam pengajaran IPS bukan merupakan hal yang bertentangan. Walaupun diakui bahwa sains dan teknologi lebih cenderung pada ilmu-ilmu kealaman, sedangkan IPS lebih memfokuskan pada pengkajian aspek-aspek manusia. Pendekatan STS dalam IPS tidak perlu disusun dalam pokok bahasan baru melainkan dapat disisipkan pada poko bahasan yang telah ada. Dengan pendekatan STS ini dapat memberikan gambaran yang utuh tentang berbagai aspek kehidupan manusia.

Pada akhirnya, pelaksanaan pedekatan STS dalam pengajaran STS akan berpulang pada praktisi pendidikan terutama guru IPS itu sendiri. Tetapi dalam hal ini perlu dikemukakan bahwa dengan digunakannya STS dalam pengajaran IPS akan dibangun suatu dimensi baru dalam pembaharuan pendidikan IPS terutama dapat menekankan segi pragmatis yaitu mengungkapkan hal-hal yang berguna dan berhubungan langsung dengan aspek kehidupan peserta didik.

Pendekatan STS ini sesuai dengan hakekat kurikulum berbasis kopetensi 2001, yaitu merupakan upaya untuk menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual, emosional, spiritual, da sosial yang bermutu tinggi. Dengan memiliki kopetensi semacam itu, peserta didik diharapkan mampu untuk menghadapi dan mengatasi segala macam akibat dari adanya perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang terdekat sampai yang terjauh.

About these ads

2 responses to “PENGERTIAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT

  • tunggudulu

    sains masyarakat……….apakah ada dampak dalam penggunaannya ? kalo secara kongkrit pelaksanaannya seperti apa ?

    • susilofy

      dampaknya adalah membuat konsep-konsep dan proses-proses sains akan lebih bisa sesuai dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
      pelaksanaan secara kongkrit sih seperti membengn bendungan atau plta dimana saat masyarakat kekurangn listrik dan masalah banjur.
      begitulah pendapat yang bisa saya berikan. terimakasi tas komentarnya….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: