Isu-isu Global Masa Kini dan Masa Depan


Isu-isu Global Masa Kini dan Masa Depan

Secara garis besar permasalahan pokok yang dihadapi umat manusia di masa kini dan masa depan adalah :

1.          Bahan Makanan

Pentingnya permasalahan ini dikarenakan banyaknya kasus kekurangan bahan makanan, berupa bencana kelaparan. Jumlah manusia yang meninggal akibat bencana ini sudah jutaan orang karena kelaparan yang terjadi di China, India, dan sebagainya. Masalah ini berkaitan dengan :

a.           Kebutuhan Obyektif pangan

Semakin baiknya kondisi manusia sejak beberapa dasa warsa terakhir ini telah menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk secara cepat, tentu keadaan ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan pangan.

Ketika PBB melaporkan bahwa jumlah kalori yang dimakan oleh orang-orang Amerika Utara dan Eropa per harinya ternyata berlebihan 1/3 dari yang diperlukan oleh tubuh mereka, sementara orang-orang Afrika jumlah kalori yang dimakan masih kurang 6%. Untuk menutupi kekurangan kproduksi dan konsumsi, negara-negara berkembang semakin tergantung kepada negara-negara maju dalam impor bahan pangan utama yang semakin meningkat dari 12 juta ton pada tahun 1950-an menjadi 36 juta ton pada tahun 1972 hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk pertahun yang mencapai 10%, sedangkan pertumbuhan pengan hanya meningkat 2% saja. Dan juga akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang.

b.          Permintaan efektif (effective demand)

Kebutuhan obyektif harus diubah menjadi permintaan efektif dalam pasar bahan pangan dunia. Masalahnya adalah bahwa pasar itu diorganisasikan berdasarkan daya beli dalam mata uang yang kuat yaitu US$. Keadaan ini diperburuk oleh kenyataan-kenyataan bahwa perusahaan-perusahaan swasta internasionallah yang banyak menguasai produksi pangan tersebut. Sebagai perusahaan swasta internasional yang tujuan utamanya mencari keuntungan, maka ia hanya akan tanggap pada permintaan efektif.

c.           Kendala fisik ataupun ekonomi dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian.

Terbatasnya tanah subur, apakah karena penanaman 1 jenis pohon yang sama secara terus menerus dan keterbatasan air minum dan irigasi telah menyebabkan produksi bahan makan sulit untuk dipertahankan apalagi bencana alam seperti : El Nino, banjir, kekeringan, dan sebagainya menyebabkan terjadinya krisis bahan makanan.

Ramalan Thomas Robert Malthus, seorang ekonom berkebangsaan Inggris pada abad ke-19 (1798) bahwa pertumbuhan penduduk akan melebihi pertumbuhan bahan makanan. Pendapat dia  bahwa pertumbuhan penduduk dan bahan makanan akan seimbang jika terjadi bencana kelaparan, kurang makan, dan wabah penyakit, tidak terbukti karena penemuan teknologi kedokteran telah berjasa menyelamatkan jutaan umat manusia. Karena pentingnya bahan makanan ini menyebabkan FAO mengadakan Pertemuan Puncak Bahan Makanan dunia (World Food Summit) di Roma tahun 1997, yang membahas pembuatan pokok penanggulangan masalah bahan makanan di abad yang akan datang.

2.          Penduduk

Meningkatnya kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya sarana kesehatan sehingga mengurangi angka kematian/mortalitas bayi merupakan hal-hal yang menebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang cepat pada abad-abad belakangan ini. Pertumbuhan penduduk akan berakibat pada banyak aspek kehidupan pendidikan, ketenagakerjaan, dan lingkungan hidup.

Semakin banyak penghuni pelanet bumi ini semakin banyak pula bahan makanan, air, energi, papan, dan sebagainya yang dibutuhkan oleh manusia yang berarti makin banyak tanah yang harus diolah, pemakian pupuk dan pestisida, merosotnya kualitas air, pembangunan proyek-proyek pembangkit tenaga listrik dan pemompaan sumur-sumur minyak. Yang tentu saja akan berakibat semakin parahnya erosi tanah, pelusi air dan udara. Dan akhirnya akan melimbas pada merosotnya produksi bahan makanan, masalah kesehatan karena sanitasi, berkurangnya habitat yang nantinya menjadi penyebab hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity). Namun umat manusia tidak hanya memerlukan tempat untuk tinggal beserta pekarangan saja, tetapi juga setiap individu setidak-tidaknya memerlukan beberapa meter persegi tanah untuk menghasilkan bahan makanan pokok untuk melangsungkan kehidupan dasar saja.

3.          Sejarah perkembangan penduduk dunia

Sekarang ini pertumbuhan penduduk dunia terus meningkat pertahunnya dan diperkirakan akan terus meningkat pada masa-masa yang akan datang. Sejarah kependudukan dimulai lebih dari 120 abad yang lalu, pada saat orang-orang nomaden (hidup berpindah-pindah) datang ke lembah-lembah sungai yang besar, seperti : Nil, Efrat, Tigris, dll. Untuk membangun tempat pemukiman yang tetap/tidak berpindah-pindah lagi, jumlah penduduk dimasa itu diperkirakan baru 5 sampai 10 juta saja. Jumlah penduduk pada saat itu relatif stabil, karena kehidupan sangatlah berbahaya. Usia harapan hidup sangatlah pendek, mungkin hanya berkisar antara 25-30 tahun saja.

Dengan dimulai jaman pertanian, kira-kira 10.000 hingga 12.000 tahun yang lalu ketika kehidupan umat manusia mulai menjadi makmur, terjadi beberapa perubahan. Peningkatan produktivitas karena dikembangkannya alat-alat yang membantu menwujudkan kesejahteraan manusia, seperti : alat bajak, kincir angin, dan juga semakin meningkatnya pengetahuan dalam bidang peternakan dan perikanan menyebabkan suplai bahan makanan meningkat berarti menigkat pula jumlah penduduk. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya tempat habitat.

Sekitar tahun 1500 sesudah masehi inilah masa perluasan kolonial barat dimulai. Bencana-bencana mulai terjadi seperti : kelaparan, peperangan, maupun wabah penyakit seringkali menghancurkan kebudayaan lokal. Pertambahan penduduk telah memunculkan pola sejarah umat manusia yang lain yaitu peledakan jumlah penduduk dan pengeksploitasian sumber-sumber alam secara berlebihan.

4.          Era pertambahan penduduk yang pesat

Revolusi Industri yang terjdi di Eropa dan menyebar ke Amerika Utara sebelum pertengahan abad ke-18 telah menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penduduk secara tajam. Penemuan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian, perternakan, dan perikanan sehingga suplai bahan makanan terpenuhi dan juga kemajuan teknologi kesehatan yang mampu meningkatkan pemiliharaan kesehatan manusia, seperti penemuan pinisilin pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 menurunkan angka kematian manusia secara tajam, mulainya orang-orang memakai sabun, baju yang terbuat dari katun yang dapat menjaga dari parasit yang menular.

Setelah PD II selesai juga merupakan awal terjadinya pertambahan penduduk di abad ke-20. pemilikan akan tanah yang subur, air yang melimpah, mineral, kekayaan hutan, minyak dan sebagainya, mempengaruhi budaya masing-masing kawasan. Semakin meningkat jumlah penduduk semakin meningkat pula pengekspoitasian terhadap sumber bahan mentah yahg ada, sehingga mencapai titik batas kemampuan alam sehingga menyebabkan sumber-sumber alam tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk. Keadaan ini telah menyebabkan terjadinya masalah-masalah yang diakibatkan oleh jumlah penduduk, dari yang namanya krisis ekonomi, sosial, kelaparan, mingrasi, sampai peperangan.

5.          Energi dan konservasi

Embargo minyak yang dilakuka oleh OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) atau organisasi negara-negara pengespor minyak termasuk Indonesia terhadap negara industri barat di tahun 1973 menydarkan kepada kita betapa pentingnya energi terutama yang berupa minyak. Minyak merupakan sumber energi alam yang non-renewable artinya begitu habis ya sudah.

Seluk beluk energi dinyatakan oleh Jarolimeck sebagai berikut :

1.      Seluruh kehidupan tergantung pada energi dan matahari merupakan sumber energi yang utama

2.      Makanan menghasilkan energi bagi seluruh bagian tubuh manusia

3.      Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja

4.      Energi yang ada di alam ini jumlahnya tetap, energi tidak bisa diciptakan ataupun dumusnahkan, hanya bentuknya saja yang berubah

5.      Energi dapat diubah bentuknya, dari energi mekanis ke energi listrik, listrik ke panas, dari energi kimia ke energi listrik dan demikian seterusnya

6.      Selam bertahun-tahun manusia telah menemukan sumber-sumber energi yang baru

7.      Sebagian besar dari masalah lingkungan yang serius yang dihadapi oleh umat manusia saat ini disebabkan oleh andanya perumbuhan yang menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi energi

8.      Standar kehidupan suatu masyarakat ditentukan oleh produktivitasnya dan pruduktivitas ini dipengaruhi oleh penggunaan energi

9.      Sumber-sumber energi berukut penggunaanya berkaitan erat dengan tingkat perkembangan teknologi dan budayanya. Artinya mesyarakat –masyarakat yang sudah mencapai tingakta industri semakin membutuhkan energi yang sangat besar

10.  Perkembangan ekonomi sangat dipengaruhi oleh industrialisasi yang pada gilirannya juga membutuhkan energi dalam jumlah besar

11.  penemuan dan penggunan sumber-sumber energi yang baru menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial.

12.  Sumber-sumber energi di dunia ini dan distribusinya sangat merata sehingga ada bangsa yang sudah maju namun demikian saling ketergantungan antar bangsa yang merupakan suatu keharusan belaum berjalan sebagaiana mestinya/masih terjadi ketimpangan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: