Arsip Kategori: ALAT PERAGA

Menanamkan Konsep Kurang bertemu Negatip menjadi Positif (- – = +)


Menanamkan Konsep Kurang bertemu Negatip menjadi Positif (- – = +)

dengan bantuan alat peraga kartu bilangan

Kartu bilangan bulat ini adalah alat bantu untuk memperaktekkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat. Dengan menggunakan alat yang sederhana ini siswa dapat memperaktekkan langsung secara kongkrit sehinggsa membatu siswa memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat.

Dengan media ini siswa tidak terlalu banyak berfikir dan cepat mendapatkan hasilnya. Dalam peroses belajar mengajar dengan media yang sederhana ini hendaknya didemontrasikan dilakukan oleh siswa dan guru pembibing dan menjelaskan konsep yang perlu dipahami oleh siswa dengan bantuan alat ini ada 2 peranan penting yaitu

  • agar siswa terampil menggunakan suatu alat atau media yang ada diligkungan agar bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada disekitarnya untuk bisa membantu  memecahkan  masalah sehari-hari.
  • untuk mengetahui tehnik penjumlahan bilangan bulat dengan media dengan konsep ini siswa bisa menemukan  rumus  sendiri .

            Media ini terdiri dari:

  1. Sebuah Toples, toples ini digunakan sebagai tempat melakukan pengurangan dan penjumlahan bilangan bulat
  2. Beberapa Kartu Negatif, kartu negatif ini adalah sebagai bilangan negatif yang akan di oprasikan untuk dijumlah atau dikurang
  3. Kartu Positif, kartu positif ini adalah sebagai bilangan positif yang akan di oprasikan untuk dijumlah atau dikurang

Cara menggunakan

Pada oprasi penjumlahan tambah diartikan dengan menambahkan yaitu menambahkan kartu sesuai dengan soal kedalam toples. Pada oprasi pengurangan kurang diartikan mengambil / keluarkan yaitu mengeluarkan kartu sesuai dengan soal dari toples.

Syarat lainnya adalah kartu dapat dipasangkan, yaitu kartu positif berpasangan dengan kartu negatif. Saat oprasi penjumlahan kartu yang berpasangan dikeluarkan dari toples sampai tersisa kartu yang tidak mendapatkan pasangan, sisa kartu itulah hasil dari oprasi penjumlahannya. Saat oprasi pengurangan apabila kartu yang dikurang itu tidak mencukupi bisa menambahkan kartu dengan syarat menambahkannya secara berpasangan positif dengan negative sehingga penguranga kartu dapat dilakukan dan sisa kartu yang ada di toples itulah hasilnya

untuk lebih jelasnya silahkan download di sini;


ALAT PERAGA BANGUN PERSEGI PANJANG / SATUAN LUAS


ALAT PERAGA BANGUN PERSEGI PANJANG / SATUAN LUAS

Mata Pelajaran            : Matematika

Kelas / Semester          : IV / II

Jenis Model                 : Persegi Panjang Ditutup Dengan Persegi Satuan

Standar kompetensi    : 4. menggunakan konsep Keliling dan luas bangun datar sederhana dalam pemecahan masalah

Kompetensi dasar       : 4.1 Menentukan Keliling dan luas persegi panjang

A. Fungsi Alat :

untuk menemukan Rumus menghitung luas dan keliling bangun datar  persegi panjang

B. alat dan Bahan :

B. 1.  Alat

1. Pisau

2. Gunting

3. Penggaris

4.pensil dan  polpen

Gambar 1.1

B. 2. Bahan

1. Karton

2. Kertas

3. Lem Glukol

4. Cat Warna

5.puas

C. Prinsip Kerja

Prinsip Kerja alat ini adalah untuk menentukan Rumus Luas bangun datar persegi panjang dan , Rumus Keliling bangun datar persegi panjang. Bila untuk mencari luas persegi panjang cukup menghitung persegi satuan yang menutupi persegi panjang. Pada media.Dengan cara itulah akan mengetahui luas persegipanjang dengan persegi satuan. Bila untuk mencari keliling persegipanjang cukup menghitung sisi-sisi  persegipanjang yang sudah tertutup persegi satuan .dengan cara  itulah akan tahu keliling suatu persegipanjang .

D. Cara Membuat

1. Persiapkan alat – alat dan bahan – bahan seperti yang telah pada gambar di atas

2. Ambillah sebuah Karton yang ukurannya agak lebar dan buatlah ukuran : panjang     35 cm dan  . Lebar 20 cm lalu

Potonglah dengan gunting sebanyak dua buah

3. setelah jadi ambil salah satu bangun datar persegi panjang di potong tengahnya yang ukurannya panjang 30 cm dan lebar 20 cm

4. Setelah jadi lalu ambil lem. Lalu di lem sisi bawah gambar 1.3 yang merata dengan lem Glukol lalu di tumpuk dengan gambar   1.4 di bawah dan gambar  1.3  di atas akan terjadi seperti gambar 1.5

5. Ambil karton buat bangun datar persegi panjang , potong – potong dengan gunting yang ukurannya sebanyak 25 buah buah atau lebih kemudian dicat warna merah dan jemur sampai kering

E. cara menggunakan alat

Ambil persegi panjang besar dan bangun datar persegi , bangun persegi, susun pada bangun persegi panjang sampai penuh dan tertutup sehingga bangun-bangun persegi tersebut akan membentuk suatu bangun datar persegi panjang. Untuk mengetahui jumlah banyaknya bangun persegi yang ada pada bangun persegipanjang.  Baru kita hitung satu persatu , sehingga selesai menghitung  tahulah jumlah bangun persegi yang ada di dalam bangun persegi panjang atau( luas).  Membuktikan luas suatu persegi panjang terdiri dari beberapa buah persegi satuan. Dan bila untuk mengetahui keliling suatu persegi panjang masukkan lagi bangun persegi, lalu hitung berapa banyak persegi pada keliling persegi panjangitu.. Dengan cara menghitung  sisi suatu  persegipanjang dengan persegi satuan,maka itulah( keliling )  suatu persegipanjang. Dan akhirnya kita dapat mengaplikasikan  kedalam rumus luas dan keliling bangun datar persegi panjang.

UNTUK LEBIS JELAS DAN LENGKAP SILAHKAN DOWNLOD DI SINI


FUNGSI KEKUATAN DAN KELEMAHAN MEDIA PENGAJARAN


FUNGSI  KEKUATAN DAN KELEMAHAN MEDIA PENGAJARAN

Di bawah ini akan dikemukakan, fungsi, kekuatan dan kelemahan dari beberapa media pengajaran.

1.   Media Visual

a.   Gambar Diam dan Grafis (Bagan dan Grafis)

Fungsi media Bagan dan Grafis :

Ÿ  Untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti;

Ÿ  Menerangkan perkembangan dan perbandingan suatu obyek atau peristiwa yang berhubungan dengan secara singkat dan jelas.

Keunggulan Media Bagan dan Grafis

Ÿ  Memberi informasi secara simbolis

Ÿ  Memperjelas dan memudahkan menangkap data kuantitatif yang rumit

Ÿ  Dapat menggambarkan pertumbuhan atau perkembangan suatu peristiwa atau objek dari waktu ke watu.

 

Kelemahan Media Bagan dan Grafik

Ÿ  Memerlukan keterampilan khusus untuk merancang dan membuat bagan dan grafik secara benar, menarik dan simpel.

 

b.   Peta dan Globe

Fungsi peta dan globe :

Ÿ  Menyajikan data-data lokasi, jarah, arah, wilayah, daratan, lautan, kepulauan.

Ÿ  Menggamarkan secara visual tentang permukaan bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi.

 

Keunggulan Peta dan Globe :

Ÿ  Memberi pengetahuan pada peserta didik tentang posisi dari kesatuan politik, keadaan alam, daerah kepulauan, dll.

Ÿ  Merangsang minat belajar peserta didik terhadap penduduk dan keadaan geografis.

Ÿ  Mengkonkritkan pesan-pesan yang abstrak.

Ÿ  Memahami kejadian-kejadian di muka bumi, bentuk bumi, distribusi penduduk, tumbuh-tumbuhan, dsb.

Ÿ  Memperjelas pengetahuan peserta didik tentang wilayah.

 

Kekurangan Peta dan Globe :

Ÿ  Memerlukan kemampuan khusus dalam membaca peta

Ÿ  Rumit karena banyak menggunakan simbol-simbol, garis-garis, dll.

 

c.   Photo/Gambar

Fungsi Photo/Gambar :

Ÿ  Menjelaskan suatu fakta yang berupa peristiwa/kejadian keadaan:

Ÿ  Keunggulan

Ÿ  Menunjukkan peristiwa dan keadaan secara realistik dan kongkrit

Ÿ  Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu

Ÿ  Murah dan gambar digunakan

 

Kelemahan Photo/Gambar :

Ÿ  Tidak dapat dirasakan secara nyata suasana sebenarnya

Ÿ  Menekankan kemampuan indera penglihatan

Ÿ  Untuk kelas yang jumlah peserta didiknya besar sangat sulit karena terbatas ukurannya.

Ÿ  Dapat hilang, mudah rusak, dan musnah bila tidak dirawat dengan baik sehingga memerlukan perawatan yang intensip.

 

d.   Poster

Fungsi Poster:

Ÿ  Menarik minat peserta didik terhadap pesan-pesan spanduk

Ÿ  Mencari dukungan tentang suatu hal/gagasan

Ÿ  Metode peserta didik untuk tertarik dan melaksanakan pesan yang terpampang dalam spanduk.

 

 

Keunggulan Poster:

Ÿ  Dapat dipasang dimana saja terutama ditempat-tempat strategis dan ramai baik di dalam kelas, di luar kelas ataupun di jalan-jalan;

Ÿ  Dengan bahasa yang simpel, padat dan menarik, memudahkan pemahaman peserta didik terhadap suatu pesan

Ÿ  Dapat disimpan dan digunakan lagi pada kesempatan lain

Ÿ  Dapat membantu daya ingat peserta didik.

 

Kekurangan Poster:

Ÿ  Diperlukan keahlian dalam bahasa dan ilustrasi dalam membuat poster

Ÿ  Dapat menimbulkan salah tafsir dari kata-kata/simbol yang singkat.

 

2.   Overhead Projector/Transparancies

Keunggulan OHP :

Ÿ  Memungkinkan guru selalu dapat bertatap muka dengan peserta didik dan memonitor situasi belajar mengajar.

Ÿ  Dapat menjangkau kelompok sasaran yang cukup besar

Ÿ  Tidak memerlukan ruangan yang terlalu gelap sehingga ada kesempatan peserta didik untuk mencatat

Ÿ  Dapat dijadikan pedoman mengajar guru

Ÿ  Dapat digunakan kembali untuk situasi pengajaran yang lain

Ÿ  Memiliki kemampuan untuk menampilkan warna

Ÿ  Mudah penggunannya.

Ÿ  Bahan-bahan dapat dibuat salinannya dengan cara memphoto copy

Ÿ  Transparan dapat dihapus dan digunakan kembali

Ÿ  Kecepatan belajar peserta didik dapat dikontrol oleh pengajar.

 

Kekurangan OHP

Ÿ  Harus menggunakan transparan dan alat tulis tertentu

Ÿ  Susah mengatur cara penyimpannya

Ÿ  Tata urutan penyajian mudah tertukar dan kacau.

 

3.   Media Papan

a.   Papan Tulis

Fungsi Papan Tulis:

Ÿ  Membantu guru menjelaskan konsep-konsep, gagasan-gagasan melalui tulisan di papan tulis.

 

Keunggulan Papan Tulis:

Ÿ  Murah dan mudah penggunaannya

Ÿ  Dapat digunakan dan dipahami pada semua tingkat sekolah mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi.

Ÿ  Materi dapat disiapkan sebelumnya

 

Kekurangan Papan Tulis

Ÿ  Menimbulkan polusi dan gangguan penyakit karena debunya

Ÿ  Membelakangi peserta didik pada waktu menulis sehingga tidak mengetahui aktivitas peserta didik sebenarnya

Ÿ  Menhamburkan waktu hanya untuk menulis di papan tulis, bila papan tulis digunakan hanya untuk menyalin bahan dari buku.

 

b.   Papan Flanel

Fungsi Papan Flanel:

Ÿ  Memvisualisasikan suatu gagasan melalui penempatan huruf-huruf, gambar-gambar, dan simbol-simbol lainnya.

Ÿ  Sebagai arena permainan untuk melatih keberanian dan keterampilan peserta didik dalam memilih bahan tempel yang cocok.

Ÿ  Menyalurkan bakat dan minat peserta didik dalam menggambar, membuat karya tulis dan lain-lain.

Keunggulan Papan Flanel:

Ÿ  Memotivasi dan mengaktifkan peserta didik belajar

Ÿ  Dapat digunakan dan dipahami pada semua tingkat sekolah mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi.

Ÿ  Mudah membuatnya dan dapat dirancang oleh guru, peserta didik atau kerjasama antara keduanya.

Ÿ  Digunakan untuk berbagai bidang studi/mata pelajaran

Ÿ  Isi pesan mudah diganti-ganti

 

Kekurangan Papan Flanel:

Ÿ  Mudah rusak bila tidak dirawat secara teratur

Ÿ  Memerlukan keterampilan dan ketekunan.

 

4.   Media Audio

a.   Radio

Fungsi Radio:

Ÿ  Melatih kemampuan mendengarkan selain kemampuan menguasai bahan yang disiarkan.

 

Keunggulan Radio:

Ÿ  Telah memasyarakat dan hampir semua peserta didik memilikinya

Ÿ  Mudah dibawa-bawa/portabel dan sangat baik untuk melatih daya pendengaran serta daya imajinasi

Ÿ  Mengatasi batas ruang dan waktu.

 

Kekurangan Radio:

Ÿ  Komunikasi bersifat satu arah

Ÿ  Sulit mengintegrasikan dengan jadwal di kelas

Ÿ  Siaran terpusat sehingga sulit mengontrolnya

Ÿ  Berlaku hanya satu kali/tidak dapat diulang-ulang kecuali direkam

 

b.   Kaset dan Tape Recorder

Fungsi Kaset dan Tape Recorder:

Ÿ  Memberi rangsangan pada pendengaran

Ÿ  Menciptakan variasi situasi belajar mengajar

Ÿ  Menjelaskan konsep prosedur yang tidak dikuasai guru dengan memakai orang ahli.

 

Keunggulan Kaset dan Tape Recorder:

Ÿ  Dapat digunakan dimana saja

Ÿ  Dapat digunakan di semua tingkatan sekolah

Ÿ  Mudah pengoperasiannya

Ÿ  Mudah dijadwalkan di kelas

Ÿ  Dapat menggantikan kehadiran guru untuk sementara

Ÿ  Dapat diputar ulang, dihapus dan direkam

 

Kekurangan Kaset dan Tape Recorder:

Ÿ  Memerlukan perawatan secara baik terhadap semua perangkat

Ÿ  Kaset mudah rusak

 

4.   Media Audio-Visual

a.   Televisi

Fungsi Televisi:

Ÿ  Memberikan pengalaman belajar secara visual, maupun secara audial

Ÿ  Menumbuhkan minat peserta didik terhadap pelajaran

Ÿ  Memudahkan pemahaman dan pengertian tentang suatu konsep, kejadian serta keterampilan.

 

Kelebihan Media TV:

Ÿ  Memberikan pengalaman belajar yang sama kepada setiap peserta didik yang menontonnya

Ÿ  Peserta didik dapat mengetahui kejadian-kejadian di tempat lain

Ÿ  Peserta didik memperoleh pengalaman belajar baru

Ÿ  Peserta didik dapat lebih kritis dalam belajarnya

Ÿ  Media TV dapat digunakan untuk kelas besar mapun kelas kecil

Ÿ  Media TV adalah media yang dapat memberikan informasi-informasi ”up to date”

Ÿ  Media TV dapat menjangkau jarak yang luas

Ÿ  Media TV dapat direkam

Ÿ  Media TV dapat memungkinkan guru berada di dua tempat dalam waktu yang sama.

 

Kekurangan Media TV:

Ÿ  Acara/isi pelajaran di TV kadang tidak menarik peserta didik karena siarannya membosankan dan peserta didik dapat pindah channel.

Ÿ  Media TV memungkinkan peserta didik lalai dan kehilangan perhatian

Ÿ  Media TV membuat peserta didik pasif

Ÿ  Sulit menjadwalkannya di kelas karena tidak ada koordinasi penyiaran pelajaran di TV dengan jam sekolah

 

5.   Media Benda Asli:

Fungsi Media Benda Asli:

Ÿ  Memberi pengalaman nyata dalam kehidupan

Ÿ  Menarik minat belajar

 

Kekuatan Media Benda Asli:

Ÿ  Benda asli memberi pengalaman yang sangat berharga  karena langsung dalam dunia sebenarnya

Ÿ  Benda asli memiliki ingatan yang tahan lama dan sulit dilupakan

Ÿ  Pengalaman nyata dapat membentuk sikap mental dan emosional yang positif terhadap hidup dan kehidupan

Ÿ  Benda asli dan model dapat dikumpulkan dan dicari

Ÿ  Benda asli dapat dikoleksi orang.

 

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DI SINI

 


METODE, MEDIA, DAN SUMBER PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR


METODE, MEDIA, DAN SUMBER PELAJARAN IPS

DI SEKOLAH DASAR

Rasional

Pencapaian pembelajaran yang optimal adalah sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidik harus mampu menyusun program pengajaran dengan baik. Dalam penyusunan Program Pengajaran yang baik, pendidik harus memahami dan menguasai beberapa komponen yang ada, diantaranya adalah metode, media dan sumber pembelajaran. Dengan menguasai seperangkat komponen tersebut, perencanaan program pengajaran yang direncanakan akan menjadi sempurna dan proses pembelajaran akan berjalan dengan terarah, teratur dan sistematis.

Tujuan Pembelajaran

Dengan mempelajari metode, media dan sumber pembelajaran mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Membedakan pegertian strategi dengan metode dan tehnik pengajaran
  2. Menjelaskan metode-metode pengajaran IPS
  3. Menentukan kreteria pemilihan dan penentuan media dalam pengajaran IPS

1.

  1. Segi Siswa yang patut diperhitungkan pada saat perencanaan pengajaran adalah

a.       Agar siswa mempunyai kesempatan untuk :

1.      Menampilkan keberanian dan minat mengemukakan pendapat dan permasalahan.

2.      Mendorong minat belajar, motivasi, mempelajari program tersebut serta rasa penasaran untuk belajar lebih lanjut.

b.      Siswa dapat menggunakan cara-cara (style) belajar menurut keadaan dan kemampuan serta kebiasaannya.

c.       Agar siswa tidak merasakan adanya suasana paksaan, tekanan atau ketakutan

  1. Segi Guru yang patut diperhatikan pada saat menyusun program antara lain :

1.      Rencana untuk memberikan dorongan belajar dan partisipasi.

2.      Penerapan prinsip “Guru Inkuiri” dalam program yang disusun.

3.      Kemampuan menggunakan berbagai jenis pariasi mengajar dan dimasukan ke dalam program kesemuanya harus dapat dibaca dalam program pengajaran yang disusun. Khususnya dalam :

    1. Pilihan konsep dan bahan pelajaran

b.      Pilihan metode/tehnik belajar mengajar sub tersebut

c.       Pilihan kegiatan

d.      Pilihan media pengajaran yang mendukung hal di atas.

Lawrence Stenhouse pernah mengetengahkan pedoman tentang kegiatan siswa. Di dalam mengutamakan bahan suatu kegiatan akan lebih berharga apabila:

1.          Siswa diizinkan memilih kegiatan dan cara melaksanakannya.

2.          Kegiatan itu menciptakan kegiatan partisipasi aktif dalam belajar

3.          Kegiatan itu mambina siswa untuk terlibat dalam realita (kehidupan atau objek studi normal (riil)

4.          Kegiatan itu mengenai pencapaian keberhasilan belajar siswa yang kemampuan dan tingkat kemajuannya berlainan

5.          Melibatkan siswa dalam penerapan sesuatu yang sudah dikuasai, baik kemampuannya maupun prosesnya.

2.   Metode dan Tehnik Mengajarkan IPS

1.   Hakekat Belajar Mengajar

Mengajar ialah suatu sistem kegiatan yang secara sengaja berkehendak mengubah perilaku seseorang. Mengajar merupakan kegiatan yang dipolakan dan ditampilkan dengan tujuan untuk mengembangkan perilaku yang berharga bagi anak-anak didik sehingga bermanfaat bagi hidupnya.

Belajar merupakan niat siswa untuk mengubah perilakunya menjadi perilaku yang berharga atau bermanfaat (Stones dan Morris, 1972) untuk dapat belajar diperlukan suatu kekuatan psikologis atau motivasi.

Beberapa aspek kekuatan psikologis :

a.       Gairah merupakan aspek efektif yang ditumbuhkan oleh situasi, dimanfaatkan oleh guru untuk membawa siswa pada kegiatan belajar.

b.       Contoh atau model, dapat merupakan contoh perilaku sendiri yang akan ditiru siswa untuk dijadikan perilaku sendiri

c.       Pengetahuan guru yang dikembangkan berlandaskan latar belakang pengalaman siswa sangat memotivasi belajar.

Dari uraian diatas, jelaslah bahwa kegiatan pendidikan itu dilaksanakan melalui proses belajar-mengajar. Dalam proses tersebut perlu adanya pihak yang mengajar dan diajar (guru dan siswa). Maka terjadi suatu interaksi antara guru dan siswa yang dapat diungkapkan melalui suatu model interaksi guru siswa pada diagram berukut :

Dari diagram diatas, dapat disimpulakan bahwa :

1.      Proses mengajar dan belajar merupakan suatu sistem di dalam proses pendidikan

2.      Niat atau tujuan guru digariskan berdasarkan kurikulum yang berlaku

3.      Proses belajar harus ada relepasinya dengan proses belajar, dengan kata lain kurikulum harus beroriantasi pada kebutuhan yang diharapkan siswa dan masyarakat.

4.      Rasa keterbukaan antara guru dan siswa harus diwujudkan, umpan balik akan timbul dari adanya rasa keterbukaan tersebut yang akan meningkatkan mutu proses belajar mengajar, hingga dapat menjadi lebih efisien.

2.   Pegertian Metode Mengajar

Agar menghasilkan hasil belajar yang baik dan mampu bertahan bertahun-tahun masih diingat dan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, guru/pendidik hendaknya menggunakan upaya pendekatan, metode, dan tehnik di dalam pengembangan program pengajaran. Dan yang dimaksud dengan kemponen tersebut dapat diartikan sebagai berikut :

-          Pendekatan adalah gagasan atau kerangka berfikir dalam memecahkan suatu masalah

-          Setrategi merupakan hal yang menyangkut bagaimana urutan-urutan langkah gagasan tersebut dilaksanakan ( the what)

-          Metode merupakan lengkah-langkah yang akan dilakukan (the how)

-          Tehnik/taktik murupakan cara-cara yang akan digunakan (the way)

Di dalam proses belajar mengajar berbagai pendekatan, strategi, metode, dan tehnik dilaksanakan sesuai dengan berbagai faktor perkembangan dari komponen-komponen pendidikan seperti perkembangan materi, media pendidikan dan sebagaiannya.

f.       Alokasi waktu yang tersedia

g.   Fasilitas yang tersedia

h.   Situasi pada suatu saat

i.    Media dan sumber

j.    Sistem evaluasi

Penguasaan metode yang baik sangat tergantung pada :

a.       Tujuan

b.      Bahan pengajaran

c.       Siswa yang belajar

d.      Kemampuan guru yang mengajar

e.       Besarnya jumlah siswa

Pada dasarnya metode mengajar terentang dari bentuk penelitian mandiri dan ceramah.

3.   Metode-Metode Pengajaran IPS

Sehubungan dengan pemilihan dan penggunaan metode yang ada untuk pengajarkan IPS, maka perlu lebih dahulu diketahui apa yang menjadi tujuan pengajaran IPS. Edwin Fenton menyebutkan tiga tujuan pendidikan IPS sebagai berikut :

1.      Pemerolehan pengetahuan

2.      Pengembangan keterampilan inkuiri

3.      Pengembangan sikap-sikap dan nilai-nilai

Ketiga tujuan ini didasarkan pada taksonomi. Tujuan penididikan menurut Benjamin S. Bloom dan Kawan-kawan mengenai tujuan pendidikan kognitif (cognitif domain) dan klasifikasi David R. Krathwohl mengenai tujuan pendidikan afektif (affective domain). Dua tujuan pertama menurut Fenton termasuk kognitif dan yang terakhir termasuk aspek afektif.

Berkaitan dengan tujuan-tujuan pendidikan IPS di atas, maka guru harus memilih metode yang dapat digunakan agar tujuan-tujuan pendidikan itu tercapai. Metode-metode tersebut diantaranya sebagai berikut :

1.      Metode ceramah adalah metode yang umum dipakai. Di dalam bentuknya yang klasik guru memberi ceramah (expository), sedangkan siswa duduk mendengar, mencatat, dan menghapal

2.      Metode diskusi, jika metode ceramah belum dinilai cukup efektif, maka setelah guru selesai berceramah dapat diikuti dengan diskusi antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa lainnya mengenai materi yang dibahas.

3.      Metode Tanya Jawab berlangsung dalam interaksi antara guru dan siswa setelah guru selesai berceramah/membahas materi. Dalam metode tanya jawab terdapat beberapa jenis pertanyaan yang harus dikenali oleh guru, diantaranya :

a.       Pertanyaan mengingat/hafalan tujuannya untuk mengungkap apakah siswa telah memperoleh dan menguasai sejumlah informasi faktual yang diperlukan.

b.      Pertanyaan deskriptif, siswa-siswa diminta untuk memberikan penjelasan/jawaban (deskripsi) yang lebih rinci fakta yang mereka ketahui, membandingkannya, kemudian menghimpun dan megorganisasikannya.

c.       Pernyataan menjelaskan, siswa tidak saja mengingat dan mengorganisasikan jawaban tetapi juga membuat kesimpulan

d.      Pertanyan sintesis, siswa diminta untuk menghimpun, mengkombinasikan, menghubungkan, atau menyambung bagian-bagian isi atau fakta

e.       Pertanyaan memilih, siswa diminta untuk memilih di antara alternatif-alternatif, membuat pertimbangan atas dua atau lebih kemungkinan terbaik menurut kriteria yang kemungkinan terbaik menurut kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

f.       Pertanyaan terbuka, siswa diminta mencari dan menentukan jawaban yang dapat diterima.

4.      Metode Proyek, pegertian proyek di sini ialah semacam penelitian (inkuiri) yang dilakukan di luar kelas/sekolah yang dilakukan oleh siswa kemudian hasil akhir dibawa dan dibicarakan bersama di dalam kelas.

5.      Metode Karya Wisata. Siswa dibawa menggunjungi objek-objek pemukiman transmigrasi, situs sejarah, museum atau tempat wisata yang relevan.

6.      Metode bermain peran (tole playing). Termasuk simulasi atau sosio drama

7.      Metode inkuiri/discovery, termasuk metode yang paling canggih yang menuntut fakta-fakta dan generalisas-generalisasi.

3.   Kreteria Pemilihan dan Penentuan Media dalam Pengajaran IPS

Sebelum membahas tentang kreteria pemilihan media akan diungkapkan secara ringkas tentang media pada umumnya. Media (tunggalnya medium) merupakan saluran yang dilalui pesan dalam suatu peristiwa komunikasi. Dalam pembelajaran, media memegang peranan sebagai alat yang diharapkan dapat mendorong belajar lebih efektif.

Yang tergolong dalam sarana untuk membantu pengajaran biasanya terbagi atas media komunikasi bahasa dan media komunikasi nan verbal. Yang termasuk kedalam media bahasa ialah bahasa lisan bahasa tulis, sedangkan yang tergolong kedalam yang non verbal misalnya : gambar, diagram, dll.

Pembagian media menurut perkembangannya adalah sebagai berikut :

a.       Media Pengajaran yang sifatnya umum dan masih pada tingkat tradisional, misalnya : papan tulis, buku-buku (baik buku teks, buku rujukan maupun majalah).

b.      Media yang sifatnya canggih, misalnya : media audio, media visual, ataupun audio-visual.

c.       Yang bersifat pembaharuan, misalnya : pengunaan mesin komputer

Masing-masing alat media mempunyai kelebihan dan kekurangannya, akan tetapi secara umum dapat pula kita menelaah beberapa kriteria yang dapat dijadikan pegangan dalam memilih media pengajaran. Hendaknya dalam pemilihan media yang dipilih dapat mendorong pencapaian tujuan pengajaran dan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dalam pembelajaran serta dapat memberikan pengembangan tingkat belajar bermakna untuk masing-masing siswa yang berbeda daya serapnya. Apabila terdapat media yang baru perlu direnungkan keuntungan dan kerugiannya. Mungkin media baru lebih unggul akan tetapi harganya lebih mahal, maka kita perlu mempertimbangkan penggunaan media yang kurang unggul tetapi lebih murah, lebih mudah dan cocok dengan saran yang telah ada.

Dari uraian di atas dapat dikemukakan kreteria pemilihan media yang baik adalah sebagai berikut :

-          Dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien

-          Dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritrs

-          Dapat melayani kebutuhan siswa yang berbeda-beda

-          Tidak memilih media hanya karena media tersebut baru, canggih dan atau populer

Alasan Penggunaan Media Pengajaran

-          Media memungkinkan kita dapat mencapai peristiwa yang langka dan sukar dicapai.

-          Media dapat lebih memungkinkan pengamatan

-          Dengan media penelitian tidak terhalang oleh waktu

3.   Pengembangan Media Pengajaran IPS

Dalam pembuatan media pembelajaran IPS haruslah memperhatikan kelancaran proses mengajar supaya anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Guru sendiri tentulah perlu mempersiapkan berbagai alat yang dapat dikerjakan. Sekarang ini mungkin sekolah telah mampu membeli kamera yang cukup baik, sehingga guru dapat merancang seteliti dan secermat mungkin pembuatan slide atau mungkin penggunaan Overhead Pojektor (OHP) dalam hal ini perlu penanganan yang baik agar persiapannya menjadi optimal, sehingga pemakaian biaya dapat seefesien dan sekreatf mungkin sehingga tidak terkesan seolah-olah hanya sebagai pengganti papan tulis biasa. Setidaknya pengembangan media pembelajaran IPS haruslah disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam penerimaan pembelajaran yang baik.

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DI SINI


ALAT PERAGA KARTU BILANGAN BULAT


Kartu Bilangan Bulat

Mata Pelajaran            : Matematika

Kelas / Semester          : IV / II

Setandar Kopetensi     : 5.  menjumlahan dan mengurangkan bilangan bulat

Kometensi Dasar         : 5.2  Menjumlahkan bilangan bulat

A.  Funsi Alat            :

Alat ini di gunakan untuk menghitung penjumlahan bilangan bulat

B.  Alat dan Bahan   :

B.1 Alat

1.  Gunting

2.  Pisau

3.  Penggaris

4. sepidol / pulpen

Gambar 1.1

B.2 Bahan

1.kertas  manila warna merah 2 buah

2.  kertas manila kuning 2 buah

3. kaleng trasparan 1 buah

Gambar 1.2

C.  Perinsip Kerja Alat Adalah

Kartu bilangan bulat ini adalah alat Bantu untuk menjumlahkan bilangan bulat positip dan negatip. contoh penjumlahan bilangan( -6+8=… )dengan menggunakan alat yang sederhana ini siswa tidak terlalu banyak berfikir akan cepat mendapatkan jawaban. Seperti soal di atas kartu yang mempunnyai tanda negatip di masukakn kekaleng sejumlah 6 buah. Dan 8 kartu bilangan pisitip dimaasukan ke kaleng juga. Setelah masuk kemudian kita ambil berpasangan anara poisitip dan negatip dalam satu kali ambil satu pasang, satu pasang sampai habis dan sisanya tidak mempunyai pasangan lagi, apa itu kartu positip maupun kartu negatip itulah nanti merupakan hasilnya.  Kemudian kita hitung yang tidak mempunnyai pasangan satu persatu itulah hasilnya

D. Cara membuat

I.   Langlah pertama

Ambil kertas manila kita buat bentuk persegi ukuran 5 cm dan kita garis-sehingga bentuknya

  1. Langkah Kedua

Kertas manila tadi kita beri tanda positip maupun negatip dengan sepidol

III. Lagkah ke tiga

Ambil gunting untuk memotong kartu positip dan negatip tadi lihat gambar

F.  Cara mengunakan alat.

Dalam peroses belajar mengajar dengan media yang sederhana ini hendaknya didemontrasikan dilakukan oleh siswa dan guru pembibing dan menjelaskan konsep yang perlu dipahami oleh siswa dengan bantuan alat ini ada 2 peranan penting yaitu

1.  agar siswa terampil menggunakan suatu alat atau media yang ada diligkungan agar bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada disekitarnya untuk bisa membantu  memecahkan  masalah sehari-hari.

2.  untuk mengetahui tehnik penjumlahan bilangan bulat dengan media dengan konsep ini siswa bisa menemukan  rumus  sendiri .

G. Untuk Pengujian alat

Siswa bersama guru mendemontrasikan media yang sudah ada contoh dengan soal (-8 + 10 = …) siswa mengambil media kartu bilangan tersebut semua kartu bilang itu dikeluarkan dan seelah keluar baru kita masukkan sesuai dengan soal diatas yaitu

1. ambil karti bilangan negatip 8 buah  lalu dimasukakn kedalam kaleng dan masukakn lagi bilangan positip 10 buah setelah itu ambil 1 pasang kartu bilang positp  dan negatip . Sampai habis tidak ada pasangannya setelah itu yang tidak ada pasangannya atau sisanya didalam kaleng itu diambil satu-persatu dan dihitung dan ternyata sisanya hanya dua ,dan tandanya positip jadi itulah jawaban dari soal   -8 + 10 = 2

 

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DI SINI


alat peraga bajana berhubungan


Bejana Berhubungan

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IV / II
Setandar Kopetensi : 6. memahami beragam sipat dan perubahan wujud benda satu berbagai cara. Penggunaan benda berdasarkan sifatnnya.
Kometensi Dasar : 6.3 menjelaskan hubungan antara sifat benda dengan kegunaannya

A. Funsi Alat :
Alat ini difungsikan untuk menunjukkan aliran air pada bejana berhubungan

B. Alat dan Bahan :
B.1 Alat
1. Gunting
2. Pisau
3. martil
4. Gergaji
5. Obeng

B.2 Bahan 2
1. Botol pelastik 2 buah ukuran 600 ml
2. selang pelastik trasparan ukuran diameter 0.5 cm panjang 1 m, 2 buah
3. Karet tutup botol terbuat dari karet sandal jepit disesuaikan dengan diameter lubang botol
4. Lem pelastik 1 buah
5. Kawat pengikat botol kira-kira 30cm
6. paku panjang 2.5 cm/ aku teriplek secukupnya
7. triplek atau papan lebar 15 cm tinggi 25 cm tebal 1 cm
8. Cat warna
9. sumba warna

C. Perinsip Kerja Alat Adalah
Alat ini terdiri dari bejana 1 dan bejana 2 perhatikan (gambar 1.6) masing-masing pada bagian ujung yang sempit dari bejana dipasang selang penghubungan. pada kedua bejana . perhatikan bejana 2 pada gambar jika ujung selang s.1 kita tutup, kemudian air dimaksukkan kedalam salah satu botol hingga penuh. Maka pada saat selang dibuka, air dalam botol akan berusaha keluar mengalir melalui selang s.1 . aliran itu terus berlangsung selama selang s.1
diarahkan kebawah tetapi jika mulut selang s.1 diletakkan sampai berada di atas permukaan air dalam bejana, maka aliran akan berhenti sesaat. Sesaat selang s.1 sama dengan permukaan air dalam bejana hal ini menujukkan bahwa hanya air dapat mengalir dengan sendirinya ( tanpa usaha luar ) dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Perinsip yang ke 2 dari alat ini yaitu perinsip aliaran air dalam bejana berhubungan peristiwa ini dapat kita tunjukkan dengan menyambungkan selang s.1 dengan s.2 air akan mengalir dari bejana 1 ke bejana 2 melalui selang penghubung.

D. Cara membuat
Persiapkan alat-alat dan bahan seperti pada gambar diatas
Langkah pembuatan
I. Langlah pertama
Ambil botol pelastik yang telah disediakan 2 buah. potong bagian dasar kedua botol tersebut dengan pisau
Gambar 1.3

I.I Langkah Kedua
buat tutup botol berlubang di tengah dengan diameter lebih besar dari pada botolnya dan tutupnya dilubangi untuk dimasuki selang tutup ini dibuat 2 buah lihat

Gambar 1.4
III. Lagkah ke tiga
Masukkan selang pada lubang tutup botol bila perlu diberi perekat atau lem agar kuat dan tidak bocor. Kemudian pasangkan pada mulu botol

VI. Langkah Ke Empat
Siapkan papan kayu ataupun teriplek dan potong sesuai ukuran

V. Langkah Ke Lima
Susun dan pasangkan alat yang telah dibuat hingga seperti gambar 1.7

F. Cara mengunakan alat.
Setelah alat selesai dirangkai bagian dan demi bagiannya baru dicoba alat tersebut
Siswa bersama guru mendemontrasikan

UNTUK LEBIH JELAS DAN LENGKAP SILAHKAN DOWLOAD FILE DI SINI


setetosko sederhana


SETETOSKOP SEDERHANA

Mata Pelajaran            : IPA

Kelas / Semester          : IV / II

Setandar Kopetensi     : 10. 1 Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari

Kometensi Dasar         : 10.1.2 bunyi dapat merambat melalui zat padat, cair dan gas.

A.  Funsi Alat            :

Alat ini di gunakan untuk mendengarkan detak jantung

B.  Alat dan Bahan   :

B.1 Alat

1.  Gunting

2.  Pisau

3.  Penggaris

4. Pulpen

Gambar 1.1

B.2 Bahan

1. Corong pelastik kecil 1 buah

2.  Selan pelastik 50 cm, 10.5 cm 2 potong

3. selang pelastik 75 cm, 10,5 cm 1 potong

4.  balon karet 1 buah

5.  Karet gelang 4 buah

C.  Perinsip Kerja Alat Adalah

Stetoskop adalah alat Bantu untuk mendengarkan denyut jantung yang sangat lamah sehingga terdengar oleh telinga. Suara yang terdengar oleh telinga kita, adalah getaran udara yang merambat berupa perubahan tekanan udara jika getaran ini sangat lemah maka perubahan tekanan ini sebelum sampai ketelinga : mendapat ganguan suara lain maka energi suara yang lemah tersebut berkurang.

pada alat Stetoskop sderhana ini untuk mengurangi ganguan dan memperkecil energi suara yang hilang itu digunakan pipa / selang.

Dapat kita mengerti bahwa energi getaran suara sifatnya menjalar kemana-mana aleh karena itu dengan menggunakan saluran pipa/ selang suara tadi, energi suara tersebut menjadi terpusat satu arah sepanjang pipa / selang yang akan dihubungkan ketelinga

D. Cara membuat

I.   Langlah pertama

Ambil corong pelastik dan ditutup permukaan yang lebar dengan, balon karet dan diikat dengan karet gelang

  1. II. Langkah Kedua

Ambil selang yang 50 cm diukur di ambil tengah-tengahnya 25 cm dan dilubangi dengan pisau. Setelah di lubangi ambil lagi selang yang ukurannya 75 cm tadi kemudian disambung pada lubang tadi dan di lem agar tidak bocor, bentuknya seperti

  1. II. Langkah  ketiga

Corong pelastik tadi yang sudah terbungkus permukaannya dengan balon tadi di sambungkan dengan pipa selang yang telah disambung juga. Kemudian disambungkan dengan corong pelastik yang gambarnya seperti di bawah ini

F.  Cara mengunakan alat.

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dengan alat ini hendaknya di demontrasikan di lakukan oleh siswa, dan guru membimbing dan menjelaskan tentang konsep yang perlu dipahami oleh siswa .dengan bantuan alat ini,

Ada dua peranan penting  yaitu

pertama untuk mempelajari bunyi dan yang kedua untuk mempelajari organ-organ tubuh.

Untuk masalah bunyi, kita mancoba menjelaskan terlebih dahulu bahwa bunyi merupakan getaran udara (tekanan) udara hubungkan pula dengan masalah getaran ini dengan konsep tekanan udara yang telah dipelajarinya pada saat pengenalan wujud zat.

G. Untuk Pengujian alat

Siswa disuruh mencoba setetostok itu untuk mendengarkan suara proses detak jantung pada temannya dan bergantian untuk membenandingkan siswa detak jantung pada teman lainnya contoh gambar

UNTUK LEBIH LENGKAP DAN JELAS SILAH KAN DOWNLOAD DI SINI


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: